Budaya literasi acap kali dijadikan bahan persoalan. Indonesia menjadi Negara dengan tingkat literasi yang rendah, oleh karena itu pemerintah terus gencar menerapkan budaya literasi kepada generasi penerus. Literasi biasanya diajarkan melalui pendidikan, namun sebetulnya budaya literasi ini sudah harus dibentuk sejak dini yaitu melalui agen utama nya ialah keluarga.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan bahwa perempuan memegang peran penting dalam meningkatkan budaya literasi dalam keluarga. Puan juga menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit masyarakat terkecil tapi berperan besar dalam kemajuan sebuah bangsa.
"Keluarga adalah titik awal kehidupan seseorang dimulai, dan peran perempuan sangat besar dalam keluarganya. Tentunya kita ingin setiap anak bangsa Indonesia memiliki titik awal kehidupan yang baik" ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan melalui keluarga sejak dini akan membantu proses pertumbuhan anak tersebut menjadi individu yang berkualitas. Oleh karena itu, jika budaya literasi sudah ditanamkan sejak dini melalui tingkat keluarga maka mereka akan tumbuh dewasa dengan budaya literasi yang kuat.
" Ketika budaya membaca dirumah menjadi suatu kebiasaan, maka anak-anak akan terbiasa dengan buku dan membaca sebagai rujukan mendapatkan informasi" terangnya.
Meskipun memang hal ini bukanlah tugas yang mudah, apalagi seorang ibu biasanya memegang dua peran yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus bekerja. Akan Tetapi dia yakin jika perempuan Indonesia memiliki kreativitas, ide dan bisa menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan budaya literasi di lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial didekatnya.
Peran perempuan kini menjadi perhatian banyak mata untuk mengupayakan kesetaraan gender, namun masih ada saja diskriminasi terhadap perempuan yang dianggap tidak bisa bekerja atau tidak memiliki tenaga dan pengetahuan setara dengan laki-laki. Namun, dengan demikian bukan berarti kita berhenti dalam memperjuangkan kesetaraan, dengan upaya-upaya terkecil kita bisa membantu perwujudan kesetaraan itu salah satunya yakni dengan memberikan peran terhadap wanita dalam penerapan budaya literasi keluarga. Meskipun konteks keluarga sangatlah kecil namun dengan ini setidaknya perempuan sudah berkontribusi secara tidak langsung dalam pembentunkan generasi penerus yang cerdas.
https://nasional.kompas.com/read/2021/04/20/14222371/puan-maharani-sebut-perempuan-pegang-peranan-penting-tingkatkan-budaya

Komentar
Posting Komentar