Mengkhayal sering kali dilakukan setiap orang akan tetapi tidak sedikit yang menganggap hal ini tidak baik sebab katanya dengan menghayal hal yang terlalu tinggi akan meningkatkan ekspektasi dan harapan terhadap sesuatu dan khawatir jika hal itu tidak tercapai maka akan berpengaruh pada kesehatan mental. Padahal, dengan menghayal seseorang dapat meningkatkan hormon endorfin dan serotonin yakni hormon bahagia yang dapat mengurangi kecemasan.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Emotion menyatakan mengkhayalkan topik-topik yang bermakna seperti kenangan indah tentang orang yang dicintai atau berimajinasi memenangkan semua rintangan dan cobaan, terbukti dapat meningkatkan rasa bahagia.Hasil studi ini didapatkan setelah peneliti menguji kesenangan yang diperoleh seseorang dari proses berpikir termasuk melamun.
Namun sebaliknya, saat diminta untuk membayangkan sesuatu yang positif misalnya kekuatan super atau ciuman pertama, lebih dari 50 persen partisipan merasa lebih positif atau bahagia.
Menurut peneliti, seperti dikutip dari CNA, mengkhayal menuntut seseorang untuk berpikir karena harus membayangkan keseluruhan adegan. Saat melamunkan hal yang positif, otak juga akan ikut merasa bahagia.
Begitu pula saat otak mengkhayalkan sesuatu yang negatif. Lamunan yang negatif atau melamun saat merasa tertekan juga dapat membuat seseorang mengalami stres pascatrauma.
Untuk mendapatkan manfaat dari mengkhayal, para peneliti menyarankan untuk mencoba mengkhayalkan hal-hal yang positif. Misalnya, berada di lingkungan yang tenang seperti di alam.
Seseorang juga bisa menggunakan kreativitas untuk membuat khayalan semakin positif dan bermanfaat untuk kesehatan mental.
Seorang psikolog Robinson-Mosley menyarankan untuk menggunakan media untuk menulis atau menggambar untuk membantu menggambarkan lamunan yang positif. Lakukan aktivitas mengkhayal ini rutin beberapa menit setiap hari agar lebih bahagia dan meningkatkan kesehatan mental.
Pada dasarnya menghayal atau melamun penting untuk kesehatan mental sekaligus melatih otak kita untuk berfikir, dan apabila menghayal terhadap sesuatu yang baik maka itu akan memberi stimulus positif untuk perkembangan otak untuk menjadi rileks sekaligus bermanfaat bagi kesehatan mental. Sebaliknya, justru kita harus mengurangi menghayal atau memprediksi hal-hal buruk yang belum tentu akan terjadi karena hanya akan membuat diri kita berada dalam titik kecemasan. Oleh karena itu, memang menghayal ada dampak positifnya akan tetapi juga terdapat dampak buruknya hal itu tergantung dengan hal apa yang kita bayangkan.
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210417154201-255-631193/studi-mengkhayal-bikin-bahagia-baik-untuk-kesehatan-mental
Komentar
Posting Komentar